BeritaNasional

Bahlil Akui Pemulihan Listrik Aceh Belum Tuntas Akibat Banjir, Dipaksakan Berisiko Celakai Warga

222
×

Bahlil Akui Pemulihan Listrik Aceh Belum Tuntas Akibat Banjir, Dipaksakan Berisiko Celakai Warga

Sebarkan artikel ini
myslot188,news
myslot188,news
myslot188,news
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: myslot188.news/partner)

Myslot188.news, JakartaMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pasokan listrik di berbagai desa di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya yang terdampak banjir belum bisa sepenuhnya normal. Menurutnya, kerusakan infrastruktur yang cukup parah serta akses jalan yang sulit menjadi penghambat utama.

Pengakuan ini disampaikan Bahlil saat menghadiri rapat kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (15/12/2025). Agenda rapat mencakup evaluasi penanganan bencana di Sumatra serta kesiapan menyambut Natal dan Tahun Baru.

“Kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa belum semua desa teraliri listrik karena ada lokasi dengan infrastruktur rusak berat, akses darat sulit, khususnya jaringan tegangan rendah yang tiangnya banyak ambruk,” kata Bahlil di hadapan Prabowo.

Bahlil juga menyoroti bahwa sejumlah desa masih tergenang banjir hingga kini. Dia menegaskan, memaksa menghidupkan aliran listrik di area tersebut justru bisa membahayakan keselamatan penduduk.

“Ada desa-desa yang masih banjir dan airnya belum surut. Kalau kita paksa nyalakan listrik, itu malah berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi warga,” katanya tegas.

Baca Juga : Gagal di SEA Games 2025, PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Indra Sjafri

Dari Kapasitas 110 MW, Baru 60 MW yang Tersalurkan

Bahlil melaporkan bahwa pembangkit listrik di Banda Aceh memiliki kapasitas total sekitar 110 megawatt. Saat ini, baru sekitar 60 megawatt yang berhasil disalurkan ke masyarakat, sementara sisanya masih bergantung pada genset.

“Laporan kami kepada Bapak Presiden, untuk Banda Aceh kapasitas pembangkitannya 110 megawatt. Alhamdulillah kemarin malam sudah sekitar 60 megawatt yang bisa dialirkan, meskipun sebagian dibantu genset,” ujar Bahlil.

Pihaknya memastikan terus melakukan perbaikan agar listrik segera normal di seluruh wilayah terdampak. Target penyelesaian gardu induk paling lambat Rabu, 17 Desember 2025.

“Progres gardu induk sudah 80-90 persen. Paling telat Rabu atau Kamis ini sudah rampung. Setelah itu, aliran dari Arun dan Bireuen bisa masuk normal, sehingga jalur transmisi Sumatera kembali terkoneksi penuh,” tambahnya.

myslot188
Infografis Biaya Perbaikan Dampak Banjir Sumatera. (myslot188.news/partner)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *